Ctaaar! Dahsyatnya Petir

kilat1.jpgSiang itu, langit mendadak gelap berawan. Angin kencang bertiup, lalu perlahan gerimis datang, lalu hujan lebat. Angin menyambar-nyambar pepohonan. Desau suaranya menggetarkan hati. Pepohonan tinggi berayun-ayun seolah hendak rebah. Lalu, di tengah badai itu tiba-tiba saja ctaaar! Langit menembakkan kilat. Sebuah pohon kelapa mengeluarkan asap. Petir baru saja menyambar. Oh, seramnya.
Energi petir memang kuat sekali. Saking kuatnya, satu kehidupan bisa musnah dalam sekali sambaran. Bayangkan aja, suhu satu sambaran bisa mencapai 10.000 derajat Celcius. Busyeet, itu kan artinya 1/70 dari panas permukaan matahari. Nggak kebayang betapa panasnya. Sebagai perbandingan, suhu air mendidih yang ‘cuma’ 100 derajat Celcius aja udah bikin kulit melepuh, gimana kalo 10.000 derajat? Langsung gosong 100% tuh dalam sepersekian detik.

Muasal Petir
Kalo ingat petir, biasanya juga ingat hujan. Jadi mikir, kenapa ya petir banyak muncul saat hujan? Nah, untuk menjawabnya, baiknya kita lihat dulu kondisi muatan listrik antara bumi dengan langit.
Kita tahu atmosfer kita ini terdiri atas beberapa lapisan, salah satunya disebut ionosfer yang memiliki muatan listrik positif. Saat cuaca cerah arus listrik positif mengalir terus menerus ke bumi yang bermuatan listrik negatif. Ajaibnya, meski dialiri listrik, bumi nggak kebakar. Karena ada awan petir yang bermuatan listrik positif dan negatif sebagai penyeimbangnya. Jadi, yang positif turun ke Bumi, sedang yang negatif naik ke  ionosfer.
Tapi, situasi jadi berubah ketika langit berawan. Kenapa? Karena sekarang di langit nggak cuma ada awan cumulonimbus, si awan petir aja. Ada awan-awan lainnya yang turut melapisi langit. Ketika awan-awan ini saling bergesekan, mulai tercipta ketidakstabilan muatan listrik. Baik antara awan sendiri, maupun antara awan dengan bumi.
Ketidakstabilan ini makin diperparah dengan turunnya hujan badai. Partikel-partikel hujan, es dan salju yang bermuatan negatif, bergesekan dengan awan yang bermuatan positif. Akhirnya terjadilah pelepasan muatan listrik yang kita sebut petir. Nah, sekarang kamu jadi tau, mengapa petir banyak terjadi di saat hujan.

Sambaran Berbahaya
Petir, meskipun kecil sangat berbahaya. Sebab muatan listrik yang dikandungnya sangat tinggi. Suhu petir-petir kecil ini bisa mencapai 10.000 derajat, 10 kali panas yang dibutuhkan untuk melelehkan besi. Petir berukuran sedang,  rata-rata mengandung 20.000 amp. Energi sebesar ini bisa membuat kamu menyalakan lampu 100 watt selama 3 bulan tanpa henti. Sedang, petir berukuran super besar bahkan bisa mengeluarkan energi hingga 1 miliar volt. Energi ini bisa menghasikan cahaya yang lebih terang dari cahaya sepuluh juta lampu 100 watt. Gila banget!
Hal lain yang luar biasa, petir ini datang dengan kecepatan tak terduga. Kecepatannya mencapai 96. 000km/jam. Waktu yang dibutuhkan kilatan petir untuk mencapai permukaan bumi cuma 20 milidetik. Sedang waktu menyambar awan sekitar 70 mikrodetik. Sebegitu cepatnya lari petir ini, sehingga untuk menuntaskan satu kali sambaran bolak-balik bumi-awan, cuma butuh kurang dari setengah detik.

Potensi Petir
Listrik petir yang super gede, pasti oke banget bila bisa dimanfaatin. Bisa membantu mengatasi krisis energi dunia tuh. Tapi, sayang banget, energi petir emang gede, tapi susah dikendalikan. Munculnya cuma sekejap, waktu kemunculannya pun nggak bisa diprediksi. Jadi energinya susah buat disimpan. Jangan-jangan alat yang disiapkan untuk menangkap energi itu malah gosong ditembak petir. Kayaknya, kita mesti bersabar ya untuk menunggu hadirnya  PLTPOBTMM alias Pembangkit Listrik Tenaga Petir Oke Banget tuh  Mmmuah…Mmmuah… (he…he…).

Iklan
  1. #1 by christina on 19 Maret 2009 - 03:55

    widih,……..

    the flash kalah cepet tuh…

    kayaknya kalo kita kesamber mah bukan cuman gosong doang deh…
    tapi jadi abu hitam seketika,tanpa perlu di kremasi lageeeeeeeeeee……..

  2. #2 by hend on 8 Juli 2010 - 12:51

    wow!

  3. #3 by dirto dirtam on 31 Oktober 2012 - 14:34

    salam kenal gan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: