Asyik, Gempa Bisa Diprediksi

Ternyata gempa dapat diprediksi lho. Caranya dengan menggunakan teknik geotomografi. Demikian menurut Bapak Sri Widiyantoro. Hal ini beliau sampaikan dalam orasi ilmiahnya sebagai guru besar Fakultas Teknik Pertambangan dan Perminyakandi Gedung Balai Pertemuan Institut Teknologi Bandung (ITB), Sabtu (9/2).
Teknik geotomografi adalah teknik pencitraan struktur interior bumi dalam bentuk tiga dimensi. Kita bisa memantau pergerakan lempengan bumi secara terus menerus dengan cara ini.
Geotomografi terdiri atas dua kata. Yakni geo dan tomografi. Geo adalah bumi, sedang tomografi merupakan cara membuat citra interior. Sebelumnya sih teknik ini gunakan oleh pihak kedokteran, tapi kemudian dikembangkan ke bidang lainnya. Disebutkan teknik ini mulai dikembangkan ke bidang seismik tahun 1970 sehingga dikenallah tomografi seismik atau geotomografi untuk membuat citra interior bumi.
Menurut Bapak Widiyantoro, gempa merupakan fenomena alam yang diawali berbagai macam gejala alam, baik di dalam bumi maupun di udara. Sehingga untuk memperediksi gempa dengan akurat, diperlukan banyak ahli yang terkait. Misalnya saja ahli geodesi, oseanografi dan vulkanologi.
Pendapat Bapak Widiyantoro ini nyaris senada dengan pendapat
Bapak Hasanuddin Z. Abidin, Kepala Bagian Riset Geodesi ITB. Menurut Bapak Hasanuddin, prediksi akan lebih tepat lagi bila menggunakan teknik GPS alias Global Positioning System atau alat navigasi satelit. Hal ini dikarenakan GPS mampu memantau struktur tanah dengan cepat dan menyeluruh dengan bantuan satelit.
Namun sayang banget, teknik ini kayaknya belum bisa terwujud dalam waktu dekat di Indonesia. Karena biayanya mahal banget. Menurut Bapak Widiyantoro yang telah mempelajari geotomografi sejak tahun 1990, untuk mendirikan satu stasiun pengamat gempa aja dibutuhkan biaya 1-2 miliar rupiah. Di Indonesia saat ini baru ada sekitar 200 stasiun pengamat gempa. Itupun belum dilengkapi peralatan yang memadai untuk mengirim data akurat untuk diolah dengan metode geotomografi. Hal ini membuat penelitian geotomografi di Indonesia nggak bisa maksimal.
Wah, kalah dong ya kita sama Jepang. Negara yang wilayahnya lebih kecil dari Indonesia aja stasiun pengamat gempanya berjumlah 1000 buah. Kira-kira kapan ya Indonesia bisa punya stasiun pengamat gempa yang lengkap dan akurat? (kompas)

Iklan
  1. #1 by lusi on 2 Oktober 2009 - 07:26

    kalo nyawa mns lbh murah kali yee..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: