Teotihuacan, Peradaban Yang Menghilang Secara Misterius

Di puncak kejayaannya, peradaban Teotihuacan mendadak lenyapimages.jpg secara misterius. Itu terjadi sekitar abad 7 M.
Ada beberapa teori yang dikemukakan perihal ini. Teori pertama, dari berbagai penelitian para arkeolog, ditemukan bukti-bukti kebakaran di beberapa tempat. Yang menarik, kebakaran ini cuma ditemukan di sekitar kuil dan tempat-tempat elit lainnya, seperti istana. Dari bukti-bukti ini disusun satu analisa sebagai berikut.
teotihuacan-architecture_small1.jpgTeotihuacan dikenal sebagai kota spiritual yang sangat makmur. Para pendeta memiliki pengaruh besar, bukan cuma dalam kehidupan sosial kemasyarakatan tapi juga politik. Mereka dianggap punya peran penting dalam berbagai keputusan yang diambil petinggi pemerintahan Teotihuacan. Di sisi lain, sebagai kota metropolitan, Teotihuacan menarik minat banyak orang untuk datang dan mencari penghidupan di sana. Di antara mereka ada yang berhasil namun lebih banyak lagi yang gagal. Hal ini menimbulkan dua sisi yang sangat kontras di kota ini. Yakni kemakmuran dan kemiskinan. Makin lama ketimpangan ini makin lebar hingga memunculkan kecemburuan sosial. Orang-orang miskin menganggap, pemerintah dan pendeta yang punya pengaruh politis, ikut andil dalam ketimpangan itu. Suatu hari, kerusuhan sosial tak bisa dielakkan lagi. Orang-orang miskin mengamuk dan membakari kuil-kuil serta istana.  Kerusuhan ini membuat puluhan ribu warganya berbondong-bondong ke luar dari Teotihuacan. Hingga akhirnya kota ini kosong sama sekali.
Teori kedua, punahnya peradaban Teotihuacan, disebabkan oleh letusan Gunung Krakatau Purba. Gunung ini menurut dokumen-dokumen kuno pernah meletus tahun 535-540 M. Sebuah teks Jawa kuno berjudul ”Pustaka Raja Purwa” menyebutkan,”Ada suara guntur yang menggelegar berasal dari Gunung Batuwara. Ada goncangan Bumi yang menakutkan, kegelapan total, petir dan kilat. Lalu datanglah badai angin dan hujan yang mengerikan dan seluruh badai menggelapkan seluruh dunia. Sebuah banjir besar datang dari Gunung Batuwara dan mengalir ke timur menuju Gunung Kamula. Ketika air menenggelamkannya, pulau Jawa terpisah menjadi dua, menciptakan pulau Sumatra” . Hal yang nyaris sama juga diungkapkan sebuah dokumen kuno Cina: ”suara guntur yang sangat keras terdengar ribuan mil jauhnya ke baratdaya Cina”. Menurut penelitian para ahli, Krakataulah gunung yang dimaksud. Letusan hebat gunung ini membuat iklim dunia berubah. Terjadi gagal panen di mana-mana. Kelaparan nyaris merata di seluruh dunia. Sebuah analisa dari gigi tengkorak yang ditemukan di Teotihuacan membuktikan, terjadi malnutrisi yang parah pada masa-masa itu. Ini makin menguatkan teori, bahwa Teotihuacan punah akibat bencana alam.
Well, meski banyak teori yang dikemukakan seputar Teotihuacan, kota ini tetap saja berselaput misteri. Tetap belum diketahui secara pasti siapa yang membangun kota ini dan apa alasan penduduknya meninggalkan kota semegah ini secara tiba-tiba. Tak ada catatan tertulis yang ditinggalkan penduduk Teotihuacan untuk kita pelajari. Kehadirannya hanya bisa diketahui lewat naskah-naskah kuno milik Suku Maya. Sayang sekali, ya,  seandainya orang-orang Teotihuacan menuliskan peradaban mereka, tentu kita bisa belajar banyak dari kemajuan mereka. Hmm, ini sebuah misteri lain lagi, kenapa ya sebuah bangsa besar tidak mendokumentasikan peradaban mereka? (mail-archive/philipcoppens/archaelogy/nationalgeographic/livescience/wiki)

gambar 1 dari: caminandosinrumbo.com

gambar 2 dari: shunya.net 

Iklan
  1. #1 by haryadi be on 2 Maret 2011 - 03:38

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: