Subhanallah, Ada Salju Turun di Baghdad

sgerrt02110108115713photo00photo.jpgKeajaiban itu datang persis di saat azan. Subuh itu, Jum’at, 11 Januari 2008, udara dingin menusuk tulang. Suhu  nol derajat. Temperatur sempurna untuk membuat badan  menggigil. Kebanyakan penduduk Baghdad enggan ke luar rumah. Berkelumun selimut hangat rasanya lebih menyenangkan. Hanya beberapa orang yang  memilih meninggalkan peraduan. Menuju masjid, menyambut panggilan  muadzin. Tak satu pun di antara orang-orang yang hendak ke masjid itu  membayangkan akan melihat sesuatu yang takkan terlupa. Salju. Ya, untuk pertama  kalinya sepanjang ingatan manusia (living memory), salju turun di Baghdad. Kota kering yang selama lima tahun ini bergumul perang dan bom bunuh diri.

Fenomena Aneh
“Aneh,” demikian komentar Direktur Departemen Meteorologi Irak, Dawood Shakir, mengomentari turunnya salju tersebut. “Baghdad, sepanjang sejarahnya tidak pernah melihat salju turun,” ungkapnya seperti dilansir AFP. Ia mencoba menganalisa penyebab kejadian ini, “mungkin efek perubahan iklim.”
Apa yang disebut Bapak Dawood Shakir itu memang betul. Baghdad selama ini dikenal sebagai kota kering. Menurut Klasifikasi Iklim Koppen, kota yang berada di tepi Sungai Tigris ini memiliki iklim panas dan kering. Ini menjadikan Baghdad sebagai salah satu kota terpanas di dunia. Tingkat kelembabannya sangat rendah. Wajar kiranya, turunnya salju di Baghdad menjadi fenomena aneh.
Teorinya sih, untuk mendukung terbentuknya salju, ada beberapa syarat yang harus dipenuhi. Salah satunya temperatur rendah. Ya iya dong, nggak mungkin salju terbentuk pada temperatur tinggi atau panas. Bakalan meleleh jadi hujan tuh. Nah, untuk mengubah air menjadi salju ada beberapa tahapan yang harus dilalui. Pertama, uap air berkumpul dan mendingin di atmosfer bumi. Kemudian uap air ini menggumpal membentuk awan. Bila massa awan terus bertambah, awan akan pecah. Partikel air pun jatuh ke Bumi. Dalam proses jatuhnya, partikel-partikel air itu akan bersentuhan dengan udara, sehingga terkotori oleh partikel-partikel lain. Ada partikel-partikel tertentu  yang berfungsi mempercepat fase pembekuan, sehingga air dengan cepat  menjadi kristal-kristal es. Jika temperatur udara rendah, kristal es tersebut akan jatuh ke tanah. Inilah salju. Namun, bila temperaturnya panas, kristal ini akan meleleh di udara dan jatuh ke tanah dalam bentuk hujan. Nah, mengingat Kota Baghdad termasuk dalam wilayah kering dan panas versi Koppen, aneh banget salju bisa turun di sini.
Perubahan Iklim
Meski merasa aneh terhadap peristiwa hujan salju yang cuma turun sebentar—menjelang subuh hingga pukul 9 pagi, namun Bapak Dawood Shakir menganggap hal ini bisa dijelaskan secara ilmiah. Menurutnya, salju yang turun pertama kali di Baghdad, merupakan hasil pertemuan dua aliran udara. Yang pertama dingin dan kering, yang kedua hangat dan lembab.
“Hujan salju ini berhubungan dengan perubahan iklim dan terjadi di mana-mana. Kami menemukan ada beberapa tempat di dunia yang sejatinya tempat yang hangat, berubah menjadi tempat yang dingin,” jelas beliau. (livescience/breitbart/fisi kanet/iht/atlas shrugs 2000.ty pepad)

Iklan
  1. #1 by abdur rohman on 30 Juni 2008 - 05:29

    Aku juga pernah mengalami fenomena hujan salju di daerahku Desa Kembangarum Kec. Mranggen Kab.Demak Jawa Tengah yang terjadi tahun 2000, waktu itu siang hari sekitar jam 13.00 langit mendung tebal dari arah timur. Kilat menyambar-nyambar disusul dengan angin kencang bahkan terjadi badai. Genteng rumahku berjatuhan. Disaat badai terjadi hujanpun turun tapi bukan air yang jatuh dari langit namun es yang sebesar ibu jari. Aku yang saat itu diteras karena takut rumahku rubuh tambah takut lagi karena hujan es yang besar2 tersebut. Kejadian itu berlangsung sekitar seperempat jam. Setelah hujan agak reda aku keluar melihat-lihat sekitar, ternyata daun-daun pada rusak semua, apalagi disawah ( kebetulan rumahku dekat sawah) tanaman disawah rusak semua karena terkena hujan salju itu.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: