Salju Turun Membawa Harapan

11snow550.jpgBanyak warga Irak yang menganggap jatuhnya salju merupakan pertanda akan datangnya kedamaian. Selama lima tahun ini, Irak memang selalu dicekam perang. Ini bermula dari invasi Amerika Serikat tahun 2003 lalu. Invasi ini bukan cuma menyebabkan tergulingnya Saddam Hussein dari kursi kepresidenan, tapi juga memicu perang saudara. Menurut data, sepanjang tahun 2003-2007 lebih dari 160.000 korban tewas akibat perang. Dan ada ratusan ribu orang menjadi pengungsi dan gelandangan. Wajar kiranya, salju yang turun pekan lalu, dianggap sebagai simbol harapan (sign of hope).
Hal ini diungkapkan oleh mayoritas warga Baghdad. Salah satunya Bapak Fadam.
“Usia saya 41 tahun. Dan saya telah melihat salju jatuh di Baghdad. sungguh membahagiakan. Saya merasa damai akan datang. Saya pergi ke jalan, dan melihat banyak orang yang takjub dan terkagum-kagum mengenai apa yang mereka lihat pagi ini. Ada banyak penjelasan mengenai salju yang turun. Tapi pada akhirnya semua orang sepakat bahwa ini semua indah dan penuh dengan kedamaian. Mungkin ini pertanda dari Tuhan. Mungkin salju ini akan menyembuhkan luka warga Irak dan membuat mereka hidup dalam damai lagi.”
Hassan Zahar juga memiliki pendapat senada.
“Beberapa menit lalu rambut dan bahu saya tertutup salju. Saya mengundang semua orang untuk menikmati perdamaian karena salju mempunyai arti kedamaian,” ujarnya.
Murtadha Fadhil, seorang polisi lalu lintas mengungkapkan pendapatnya.
“Salju ini merupakan simbol harapan, Kami berharap warga Irak bisa membersihkan hati mereka dan para politisi akan bekerja untuk kemakmuran warga Irak.”
Sungguh harapan yang indah. Doa perdamaian yang mengalir dari setiap hati warga Irak itu mudah-mudahan bisa terkabul dalam waktu dekat. Kita semua optimis. Sebab, kenyataan menunjukkan, hari ketika salju turun itu, untuk pertama kalinya sejak perang, sepi dari pertikaian dan serangan bom bunuh diri.
“Untuk pertama kalinya dalam sejarah,  salju turun di Baghdad. Dan untuk pertama kalinya pula dalam 4 tahun terakhir,  hari ini begitu damai dan indah. Tiada pertikaian,” kata Bapak Fadam bahagia sembari memandang butir-butir kristal salju yang berjatuhan.(breitbart/iht/eramuslim/pantau)

Iklan
  1. Tinggalkan komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: