Menapak Sejarah Bumi di Grand Canyon

canynphotos.jpgAlam memerlukan 1,7 miliar tahun untuk membentuk Grand Canyon yang terdapat di Utara Arizona, Amerika Serikat. Proses pembentukannya melewati berbagai periode penting bumi. Perubahan iklim, timbul tenggelam benua, pembentukan gunung-gunung, dan lainnya. Setiap periode perubahan itu, menyumbang satu lapisan pada Grand Canyon. Dengan meneliti lapis demi lapis Grand Canyon, kita bisa mengetahui apa saja yang terjadi di bumi kita selama 1,7 miliar tahun.

Tumbukan Dua Lempeng
Faktor awal kemunculan Grand Canyon adalah tumbukan dua lempeng. Ketika Lempeng Pasifik dan lempengan benua Amerika Utara bertumbukan, terciptalah rangkaian pegunungan purba yang sangat besar dan tinggi. Seiring waktu, pegunungan purba ini kemudian tererosi.
Iklim bumi yang tak menentu mengikis keberadaan pegunungan ini.  Ketika air laut naik, pegunungan ini tenggelam ke dasar laut. Ketika laut surut pegunungan ini muncul lagi. Timbul tenggelam pegunungan ini ditandai jejak berupa lapisan di Grand Canyon.
Ketika pegunungan ini tenggelam,  pasir laut menutupinya, dan hewan-hewan laut hidup di atasnya. Ketika pegunungan ini terangkat lagi ke permukaan, endapan pasir itu tetap ada, begitu juga hewan laut di atasnya. Ini dibuktikan dari ditemukannya banyak batuan endapan (sedimen) pada Grand Canyon. Seperti yang diketahui, batu endapan ini hanya bisa terbentuk di dasar laut atau perairan dangkal. Adapun hewan-hewan laut bisa kita jumpai di lapisan teratas Grand Canyon dalam bentuk fosil. Kita bisa menemukan fosil makhluk laut seperti brachiopoda, koral, moluska, lili laut, atau cacing laut di sana.

Kikisan Sungai Colorado
Faktor lain yang punya andil besar membentuk Grand Canyon adalah Sungai Colorado. Ketika Dataran Tinggi Colorado terangkat setinggi 3 mil dari permukaan laut akibat aktivitas lempeng bumi, sungai ini langsung memotong Dataran Tinggi Colorado, melewati Grand Canyon. Jadi, ketika tanah di sekitar sungai terangkat ke atas, sungai ini justru membelah Colorado makin dalam. Sungai ini mengikis dinding-dinding Grand Canyon. mengerosi tebing-tebingnya. Kemampuan sungai ini mengerosi sungguh menakjubkan. Setiap harinya, Sungai Colorado melarikan setengah juta ton kikisan ke Samudera Pasifik.

Paling Terkenal
Sebenarnya, jurang paling dalam di dunia bukanlah Grand Canyon yang ‘cuma’ berkedalaman 1600 meter.  Ada beberapa jurang sangat dalam lainnya. Seperti, Colca Canyon (3200 m) dan Cotahuasi Canyon (3535 m), keduanya di Peru. Namun, yang membuat Grand Canyon terkenal adalah keunikan strukturnya, warna warni lanskapnya dan sejarah bumi yang terkandung di dalamnya. Itulah sebabnya, kenapa Grand Canyon yang memiliki panjang 446 km dan lebar 6-29 km ini, dikunjungi jutaan wisatawan setiap tahun. Menjadikan Grand Canyon sebagai salah satu objek wisata paling terkenal di dunia. Konon, jumlah wisatawan yang mengunjungi Grand Canyon setiap tahunnya di atas 5 juta orang. Wow! luar biasa banget ya.
(nationalgeographic/bobspixel/grand.canyon/Republika)

Iklan
  1. #1 by cHayo on 17 Maret 2009 - 12:08

    Liat – liat gambar grand canyon di google, keren banget… Maha Besar Allah Dengan Segala Ciptaannya…

  2. #2 by michella on 28 Juni 2010 - 14:49

    wow….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: