Kota Kedamaian Nan Didera Perang

Baghdad seperti sebuah tubuh yang dicambuk berkali-kali. Ketika luka cambukan pertama mengering, cambukan berikutnya datang. Kasihan! Selama ribuan tahun sejarah Baghdad, hampir selalu diwarnai dengan kejayaan dan pemberangusan. Sejarah Baghdad penuh luka. Nyaris tak sesuai dengan namanya yang berarti Kota Kedamaian.
Baghdad dibangun oleh Khalifah Mansur pada musim semi 762M. Konon, untuk pembangunan kota ini, sang khalifah mempekerjakan seratus ribu arsitek, staf ahli dan buruh-buruh dari seluruh dunia Islam. Kota itu dibangun selama empat tahun. Setelah selesai kota itu mirip sebuah benteng. Dengan tiga dinding batu bata yang mengitari, serta sebuah parit yang dalam. Ada empat jalan raya dengan empat gerbang  lebar di dalamnya. Semua berpusat ke satu titik. Istana sang khalifah.
Sejak pertama dibangun, Baghdad dengan cepat berkembang menjadi kota penting. Pada abad ke delapan, kota ini menjelma menjadi kota terkaya di dunia. Ribuan pedagang dari Tiongkok, India, Afrika Timur dan negara-negara lain bertemu di kota ini. Kaum intelektual dimanjakan dengan berbagai fasilitas pendidikan seperti sekolah, perpustakaan dan observatorium. Kegiatan kebudayaan dan kesenian berkembang sangat pesat.
Kemudian, secara meyakitkan semua itu hilang pada 10 Februari 1258. Pasukan Hulagu Khan dari Mongol datang. Mereka menghancurleburkan apa saja yang mereka temui di Baghdad. Rumah, istana, irigasi, bahkan manusia. Tak kurang dari 800.000 jiwa dibunuh pada penaklukan itu. Seluruh buku perpustakaan dibuang ke sungai Dajlah, hingga air sungai itu hitam karena larutan tinta. Peristiwa ini menimbulkan trauma yang dalam. Menjadi tangis yang tak pernah terlupakan sepanjang sejarah peradaban islam.
Kemudian, Baghdad mencoba memulihkan diri dibawah Il Khanidd. Namun, proses pemulihan itu dihancurkan kembali oleh Mongol, kali ini di bawah perintah Timur Leng (Tamerlane). Lalu, pada tahun 1534 Baghdad direbut Turki Ottoman. Baghdad pun mengalami masa-masa suram sebagai akibat perselisihan penguasa Turki Ottoman dengan Persia. Masa suram Baghdad berlanjut ketika Inggris masuk di abad ke-18 karena menginginkan minyak.
Pada tahun 1946Irak merdeka dari Inggris dan Baghdad dijadikan sebagai ibukota. Semenjak itu Kota Baghdad tumbuh pesat. Baghdad kembali mengalami masa kemakmuran. Pertumbuhan ekonominya tajam karena naiknya harga minyak, ekspor utama Irak. Berbagai infrastruktur dibangun. Seperti irigasi modern dan jalan tol. Rakyat Irak, terutama Baghdad pun menikmati berbagai fasilitas dari negara, seperti pendidikan gratis, minyak gratis, dan lain-lain. Kegiatan kesenian dan kebudayaan berkembang sangat pesat.
Baghdad menjelma menjadi kota makmur dan berperadaban. Lalu, seolah mengulang kembali sejarah kelam 10 Februari 1258. Semua kemakmuran itu hilang dalam sekejap. Amerika Serikat (AS) datang menaklukkan Irak. Baghdad dibom secara besar-besaran pada Maret dan April 2003. Untuk kedua kalinya kota itu luluh lantak. Perang yang dilancarkan AS itu bukan hanya menghancurkan rumah, dan gedung pemerintahan, tapi juga Museum Nasional Irak. Koleksi artifak yang tak ternilai harganya dijarah besar-besaran. Ribuan manuskrip kuno Perpustakaan Negara pun hangus terbakar. Kehancuran itu juga dialami para penduduknya. Selama perang, telah ratusan ribu jiwa melayang, dan ratusan ribu jiwa lainnya terpaksa hidup menggelandang atau mengungsi karena tiada lagi punya rumah. Saat ini, kota itu berada dalam kondisi yang memprihatinkan.
Baghdad telah lelah didera perang. Semoga saja, salju yang luruh di awal tahun ini merupakan pertanda baik. Kota Kedamaian ini akan kembali menemukan damainya. (cybermq/unisosdem/id.wiki)

  1. Tinggalkan komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: