Coklat, Si Manis Makanan Dewa

Banyak yang menganggap coklat itu simbol cinta. Karena itu nggak heran, banyak yang memberikan coklat pada pasangannya saat hari Valentine. Tapi, tahukah kamu, sebelum menjadi makanan cinta, coklat dulunya malah dianggap sebagai mata uang? Ah, yang benar?

Mata Uang dan Simbol Status
Coklat dihasilkan oleh pohon kakao (Theobroma cacao). Diperkirakan mula-mula tumbuh di daerah Amazon Utara sampai Amerika Tengah. Asal kata coklat adalah xocoatl, bahasa suku Aztec. Kata ini berarti minuman pahit. Pada awal perkembangannya, coklat memang terasa pahit. Hal ini dikarenakan teknologi pengolahannya belum semaju sekarang. Coklat merupakan tanaman yang sangat penting bagi suku-suku yang berdiam di benua Amerika Tengah (kebudayaan mesoamerika). Suku-suku yang memanfaatkan tanaman ini adalah suku Maya, Toltec dan Aztec. Bagi suku-suku ini coklat merupakan simbol status, lambang kemakmuran dan makanan dewa. Suku Aztec menggunakan coklat dalam berbagai upacara keagamaan. Mereka juga menjadikan coklat sebagai hadiah dan mata uang.
Pada masa itu pengolahan coklat masih sederhana. Orang Aztec mengolah biji kokoa dan mencampurnya dengan air dan tepung jagung untuk membuat minuman pahit. Biasanya minuman ini dikonsumsi setiap hari.
Coklat mulai dikenal Eropa ketika pada tahun 1544, delegasi Maya Kekchi dari Guatemala memberi hadiah coklat ke bangsawan Spanyol (ada juga yang mengatakan Christopher Columbuslah yang pertama kali menunjukkan coklat pada Raja Spanyol Ferdinand de Soto)
Coklat dengan segera menjadi populer. Bukan hanya di Spanyol saja, tapi juga ke kalangan bangsawan Eropa lainnya. Seabad setelahnya, coklat menjelma menjadi makanan sangat populer. Makanan ini tak hanya dikonsumsi para bangsawan tapi juga rakyat biasa. Saking populernya, didirikanlah rumah-rumah coklat di Eropa. Rumah coklat pertama didirikan tahun 1657 di London.

Hebatnya Ledakan Industri
Coklat kemudian memasuki fase industri ketika revolusi industri meledak menjelang abad 19. Didirikanlah pabrik-pabrik untuk memproduksi coklat komersial. Coklat komersil pertama yang dibuat dalam bentuk blok, dibuat oleh François-Louis Cailler tahun 1819. Tapi coklat blok ini masih kasar dan keras. Saat itu belum ditemukan cara untuk membuat batangan coklat menjadi lembut.
Permasalahan ini kemudian dipecahkan oleh Coenrad Van Houten, ahli kimia Belanda tahun 1828. Ia menemukan bahwa penambahan alkali bisa melembutkan coklat blok. Penemuannya ini kemudian dipatenkan.
Berkat Van Houten, industri coklat berkembang makin pesat. Apalagi ketika pada tahun 1847 ditemukan metode emulsifikasi. Yakni cara pengolahan coklat cair ke padat. Bubuk coklat diemulsikan dengan karbonasi kalium atau natrium agar lebih mudah bercampur dengan air. Lemak coklat dikurangi, digiling sebagai cairan dalam gentong khusus, atau dicampur dengan susu sehingga menjadi coklat susu.

Memasuki abad 20, coklat mulai diolah menjadi berbagai macam makanan. Coklat tak hanya kita temukan dalam bentuk coklat blok, tapi juga kue, puding, permen, minuman, bahkan es krim. Kelezatan rasanya tak cuma bikin lidah kelenger, tapi juga memicu munculnya zat serotonin yang menimbulkan perasaan tenang dan senang. Hmm, mungkin karena ini ya mengapa orang menganggap coklat adalah salah satu simbol cinta. Sebab, cinta juga bikin perasaan tenang dan senang. Ya, nggak? (thenibble/ sehat-bugar/jawaban/indoforum/e-samarinda/anakku/info-sehat)

Iklan
  1. Tinggalkan komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: