Nyamuk, Musuh Bersama Loe dan Gue

aedes_aegypti.jpgJurnal ilmiah Livescience menobatkan nyamuk sebagai hewan pembunuh paling berbahaya di dunia. Meski kecil, namun hewan ini diklaim sebagai penyebab meninggalnya dua juta manusia setiap tahun. Bagaimana hewan yang tak lebih besar dari batang korek api ini bisa menyebabkan kematian begitu banyak?
Mimpi Michael Nicholson untuk memperpanjang liburannya di New Hampsire, Amerika Serikat kandas. Hanya karena seekor nyamuk bernama Eastern Equine Encephalitis. Biasa disebut Triple E. Hewan itu menggigit kulitnya, menyebabkan pria berusia 35 tahun ini terbaring tak berdaya. Koma di rumah sakit.
Konon Triple E bersua Nicholson saat lelaki ini tengah asyik memancing di danau. Gigitan kecil itu berakibat fatal. Hanya dalam waktu beberapa hari, Nicholson mengalami peradangan otak.
Sampai saat ini, nyamuk memang tercatat sebagai hewan paling berbahaya bagi manusia. Ada beberapa penyakit yang disebabkan gigitannya, yakni Demam Berdarah Dengue (DBD), Malaria, Filariasis (kaki gajah), Chikungunya dan Encephalitis.
Untuk tahun ini, dari Januari hingga November tercatat ada jutaan kasus DBD di seluruh dunia. Di antaranya, di Meksiko dilaporkan ada 67.562 kasus, Brasil 481.300 kasus dan Indonesia 68. 636 kasus. Mirisnya, dari seluruh negara di dunia, di Indonesia angka kematian DBD paling tinggi, yakni 748 yang meninggal. Bandingkan dengan Brasil, yang kasus DBDnya lebih banyak, namun angka kematiannya ‘hanya’ 54 orang.
Untuk penyakit malaria, tercatat hingga November 2007 ini dilaporkan terjadi dua kasus endemic Malaria di Bahamas. Jumlah penderita meningkat dua kali lipat dibanding tahun lalu.

Perjalanan Virus
Nyamuk adalah anggota dari family Culicidae. Serangga ini mempunyai sepasang sayap, tubuh ramping dan kakipanjang. Betina dari grup nyamuk ini menghisap darah (hematophagy) dari makhluk hidup.
Ketika seekor nyamuk Aedes Aegypti menghisap darah makhluk hidup yang mengandung virus, tanpa si nyamuk sadar, virus itu berkembang dalam tubuhnya. Yakni di dalam usus, indung telur, jaringan syaraf, lemak tubuh dan liur nyamuk. Jika dalam kondisi terpapar virus ini si nyamuk menggigit tubuh manusia,  ia akan mentransfer virus penyakit itu melalui liurnya.  Di dalam tubuh manusia, virus berkembang dalam organ tertentu, misalnya di kelenjar getah bening dan hati. Selanjutnya virus menyebar melalui aliran darah untuk menginfeksi sel darah putih dan jaringan getah bening lainnya.
Riset Tanpa Henti
Sekarang telah banyak dilakukan riset untuk meneliti gen nyamuk-nyamuk pembawa penyakit ini. Diantaranya riset yang dilakukan Howard Huges Medical Institute, Maryland, Amerika Serikat. Tim peneliti menemukan, parasit malaria bisa mengecoh sistem antibodi tubuh manusia dengan merubah gen-gennya sendiri sehingga sulit dikenali tubuh manusia. Diusahakan, di masa depan, ditemukan satu cara yang bisa membuat tubuh manusia mengenali seluruh gen parasit malaria, sehingga bisa membentuk antibodi sendiri.
Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO pun tak ketinggalan. Mereka juga gencar melakukan berbagai riset untuk menanggulangi penyakit ini dengan alokasi anggaran mencapai 15 juta US$.
(infoibu/pikiranrakyat/livescience/caninews/digilib.litbang/passporthealt hpa/verjo19/insightmagazine/WHO)

Iklan
  1. #1 by pri on 8 Januari 2009 - 04:10

    apa seluruh nyamuk belang-belang adalah jenis aedes aigepti, kalo tidak tolong jelas kan perbedaannya

  1. Lasykar Pembela Aides | Arhan's Adventure

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: