Badai, Sang Tsunami Udara

transformatif. blogspotAkhir November 2007 lalu, Bangladesh datang dengan kabar buruk. Badai Tropis Sidr mengamuk dengan kekuatan 135 knot. Pergerakannya mencapai 240 km/jam. Terjangan badai itu meluluhlantakkan wilayah Bangladesh yang dilaluinya seperti Dublarchar dan Sundarbans. Sedikitnya 20 juta rumah hancur dan 3.000 jasad ditemukan tewas diseret banjir. Mirisnya, jumlah korban diperkirakan bisa mencapai angka sepuluh ribu.

Badai kali ini menambah panjang catatan bencana badai tropis  di Bangladesh. Tahun 1991 silam, Badai  juga meluluhlantakkan Bangladesh dan merenggut 138.000 jiwa. Tahun 1970 bahkan lebih buruk lagi. Lebih setengah juta orang tewas tersapu Badai Bhola. Sungguh mengerikan. Tak usai-usai didera badai.

Kelahiran Badai
Sebenarnya bagaimana sih sebuah badai bisa mengakibatkan bencana sedahsyat itu?
Badai tropis atau yang sering disebut angin puyuh atau topan adalah sistem tekanan udara rendah yang terbentuk secara umum di daerah tropis. Berdasarkan strukturnya, badai tropis merupakan daerah raksasa tempat aktivitas awan, angin, dan badai petir yang berputar kencang. Badai tropis merupakan bagian penting dari sistem sirkulasi atmosfer, yang memindahkan panas dari daerah katulistiwa menuju garis lintang yang lebih tinggi.
Bagian tengah badai tropis yang disebut mata merupakan lingkaran berdiameter antara 10 km hingga 100 kilometer. Mata badai dikelilingi dinding awan padat setinggi 16 kilometer dengan angin dan hujan yang hebat.
Daerah pertumbuhan badai tropis paling subur di dunia berada di Samudra Hindia dan perairan barat Australia. Pertumbuhan badai di kawasan tersebut rata-rata 10 kali per tahun. Hal ini dikarenakan di daerah itu tersedia komponen pokok terjadinya badai. Yakni, air laut hangat bersuhu sekitar 27 derajat celcius. Di mana udara pada lapisan bawah yang lembab menyebar naik ke lapisan yang lebih tinggi.
Selain itu, di perairan Atlantik juga sering terjadi badai tropis. Tercatat beberapa badai yang masuk kategori berbahaya bergerak dari perairan ini, seperti Badai Dean dan Badai Felix.

Isyarat Bahaya
Kemunculan badai berskala besar dan kerap belakangan ini merupakan isyarat a bumi tengah berada dalam bahaya besar. Banyak pihak menuding pemanasan globallah penyebabnya. Menurut UN World Meteorological Organization (UNWMO) yang beranggotakan 2.000 peneliti, temperatur bumi telah naik 0,6 derajat sejak dimulainya revolusi industri di Eropa tahun 1800-an. UNWMO mencatat tahun 2002, 2003 dan 2004 merupakan tahun terhangat di bumi.
Pemanasan global membuat air lautan menjadi hangat, proses penguapan meningkat. Kita tahu, air hangat merupakan bahan bakar badai. Sebuah penelitian menunjukkan antara tahun 1970 dan 2004 rata-rata temperatur air laut di daerah tropis meningkat satu derajat. Hal inilah yang memicu seringnya muncul badai berskala besar. Seperti Badai Katrina yang menewaskan sepuluh ribu orang tahun 2005 lalu, dan badai hebat yang telah terjadi tiga kali di Bangladesh dengan korban ratusan ribu jiwa.
Bahkan, dampak badai tersebut sekarang juga dirasakan Indonesia yang sebenarnya bukan daerah lintasan badai. Badai-badai yang timbul di perairan Australia bisa dirasakan efeknya berupa derasnya curah hujan, angin ribut dan petir. Bahkan gelombang laut meningkat mencapai tiga meter, menenggelamkan kapal-kapal.
Well, menghadapi iklim dunia yang kian tak menentu ini, kita memang harus selalu waspada. (Kompas/media indonesia.metrotvnews/hariansib/geografiana/urbanpoor)

Iklan
  1. #1 by badai on 22 April 2009 - 01:40

    ADA GAK RUMUS MATEMATIKA YANG BADAI

  2. #2 by dhidhit on 15 Januari 2013 - 11:09

    shubbahanallah..keagungan pencipta,,,,,,,,,,,,,,,,,,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: