Pramuka Sekolah Kita

Bayangkan sebuah sekolah tanpa gedung, meja dan kursi. Bukunya alam terkembang yang bebas kau baca. Alat tulisnya batu, ranting, daun atau tanah. Sangat sederhana. Namun, di sana kau bisa belajar apa saja. Obat-obatan, perlindungan, logika, analisa, kebudayaan, bahkan kemandirian dan kepemimpinan.

Tak ada papan tulis dan guru yang mendiktekan baris demi baris kalimat. Yang ada hanyalah orang-orang yang dipanggil kakak, mengajarkanmu berbagai keterampilan fisik dan mental.
Sungguh sekolah yang hebat. Inginkah kamu masuk sekolah itu? Tak perlu jauh-jauh kamu mencarinya. Sebab sekolah itu ada di sampingmu. Ya, di dekatmu. Sekolah itu bernama pramuka.

Pramuka, Sekolah Kita
Sekelompok anak mengerumuni sesuatu di tanah. Ranting kayu bercabang dua. Anak-anak itu berpakaian coklat dan berkacu merah putih. Mereka tampak berdiskusi satu sama lain, lalu memerhatikan sekelilingnya.
Bagi yang tak mengerti, mungkin perbuatan anak-anak itu dianggap aneh. Apa menariknya sebuah ranting kering yang tergeletak di tanah? Mungkin ranting itu tercecer dari tumpukan kayu seorang pencari kayu. Tapi, tahukah kamu anak-anak ini bukannya kurang kerjaan, lalu iseng memerhatikan sebuah ranting kayu. Mereka sesungguhnya tengah dalam satu misi, mencari jalan untuk sampai ke tujuan. Ya, mereka bagian dari tim penjelajah pramuka. Anak-anak itu dilatih jeli memerhatikan alam sekitar dan membaca tanda-tanda. Bila mereka tekun dan jeli melihat berbagai penanda jejak—seperti sebuah ranting kayu, mereka pasti sampai di tujuan. Sebaliknya, bila mereka tersesat, mereka harus tahu cara meminta pertolongan. Mengirimkan sandi morse ke udara, dengan bantuan asap yang dibentuk sedemikian rupa.
Itulah dunia pramuka. Sebuah dunia kreativitas, keberanian, dan kemandirian. Sedari kecil, anak-anak pramuka digembleng menjadi manusia tahan banting menghadapi hidup. Uniknya pengajaran itu dilakukan tanpa kekerasan. Penuh kasih sayang dan menghibur. Para pembina pramuka selalu kreatif membuat permainan-permainan edukatif yang sangat menyenangkan. Kamu-kamu yang ikut pramuka mungkin sudah merasakan asyiknya mengikuti perlombaan berkebun, yaitu membuat hiasan dan bunga-bunga dalam pot yang diberi tanah. Atau, permainan kota-kota tersembunyi. Yaitu bentuk permainan di mana setiap peserta disuruh mencari benda-benda yang huruf pertamanya kalau disusun dengan tepat, menjadi nama sebuah kota yang telah ditentukan. Seperti mengumpulkan (B)uku, (O)dol, (G)undu, (O)ncom, (R)umput yang berarti Bogor. Atau permainan merebut benteng, Zib melawan serigala, sembunyi, tumbuh-tumbuhan sakti, menjelajah sambil mencari pertanda, membaca isyarat morse, jadi dokter-dokteran, tali temali, melompati lumpur dengan tongkat dan kegiatan lain yang asyik dan menantang otak untuk kreatif berpikir.
Tak hanya itu, pramuka juga mendidik seseorang memiliki jiwa kepemimpinan. Secara bergantian, tiap-tiap anggota regu pramuka akan ditunjuk menjadi pemimpin teman-temannya dalam melakukan kegiatan. Hal ini berarti, sedari kecil mereka sudah belajar memiliki komitmen dan tanggungjawab.
Buah manis pendidikan pramuka ini juga dirasakan mereka yang tergabung dalam Pramuka Luar Biasa, yang semua anggotanya difabel (cacat).
Pada  Jambore Nasional (JAMNAS) yang berlangsung di Bumi Perkemahan Mashudi Kiarapayung, Jatinangor Sumedang tahun 2006 lalu. Dari 19.000 peserta, seratus di antaranya anak-anak difabel dari berbagai propinsi di Indonesia. Mereka mengaku pramuka membuat mereka lebih kuat, hal yang tak didapat di sekolah formal. Bahkan sebagian di antaranya merasa tak takut lagi menjalani masa depan. Sebab di pramuka mereka diajarkan berbagai keterampilan hidup seperti menjahit, memasak, dan membuat kerajinan kriya. Selain itu, mereka juga diajar lebih mandiri, tidak tergantung pada orang lain dan bersungguh-sungguh menjalani hidup.
Pramuka, sungguh sekolah yang hebat. Mengapa tak tertarik memasukinya?

Iklan
  1. #1 by Gojin on 7 April 2008 - 04:20

    Salam pramuka, hai teman-teman semua, Kalau kita-kita ataupun teman-teman semua mau ngadakan kegiatan di alam terbuka, seperti camping, berkemah, refreshing, gathering/ kumpul kumpul serta pendidikan dan pelatihan, tentukan memerlukan peralatan camping/ berkemah seperti : tenda, tenda dome, sleeping bag, matrsas spon, dll. Nah, untuk informasi tentang rental tenda/ tenda dome & alat-alat camping/berkemah seperti tenda pramuka, tenda dome, sleeping bag, ponco,dll, klik aja http://www.mrcamp.net atau http://www.tendaku.net. Oke.
    Thx ya.

  2. #2 by rama on 3 November 2008 - 08:18

    salam pramuka….
    woi…bagi-bagi ilmu pramukanya dunks…

  3. #3 by muhamad kaffi on 3 Februari 2009 - 09:24

    oi dukung indonesian pramuka pramuka!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: