Ratu-Ratu Islam Dalam Sejarah

image001.jpgPerempuan jadi khalifah? Ah, hal ini memang tidak terlalu familiar bagi kita. Sebab, selama ini kita lebih banyak dikenalkan pada khalifah Islam yang berjenis kelamin laki-laki. Seperti para Khulafa Rasyidin, Umar bin Abdul Azis maupun Harun Al Rasyid. Nggak heran sih, soalnya kepemimpinan perempuan masih jadi  kontroversi. Meski demikian bukannya tak ada lho perempuan yang jadi pemimpin sebuah negara Islam. Bahkan ada yang sudah jadi pemimpin sejak gadis, alias belum menikah. Nah, insting kali ini akan mengajakmu menelusuri sejarah kepemimpinan perempuan dalam Islam. Kok bisa sih mereka menjadi pemimpin?
Rebutan Kekuasaan
Cara para perempuan ini merebut kekuasaan, ternyata tidak beda dengan lelaki. Ada yang mendapatkannya melalui warisan, atau kudeta diam-diam maupun terang-terangan dengan cara terjun langsung ke lapangan tempur. Sejarah mencatat Sitt Al Mulk, salah satu ratu dari Dinasti Fathimiah, Mesir yang merebut kekuasaan dari saudara laki-lakinya, Al Hakim. Dia melakukan kudeta diam-diam, dengan cara penghilangan paksa atas diri Al Hakim. Dikarenakan Al Hakim berlaku kejam membakar Kairo, membuat rakyatnya jadi budak, bahkan memproklamirkan diri sebagai Tuhan
Salah satu kisah ratu Islam yang cukup heroik mungkin kisah Syajarat Al-Durr. Dia salah satu puncak kegemilangan kepemimpinan ratu-ratu Islam. Ia merupakan istri Malik Al-Shalih, penguasa ke delapan Dinasti Ayyubiah dari Mesir. Syajarat Al-Durr memutuskan untuk menggantikan suaminya setelah kematiannya pada 1250 M. Waktu itu Mesir berada di bawah kekhalifahan Baghdad dengan khalifahnya Al Musta’sim dari Dinasti Abbasiyah. Syajarat Al-Durr berhasil memenangkan pertempuran besar melawan pejuang Perang Salib. Dan atas prestasinya ini, sang ratu meminta Khalifah Al Musta’sim mengakui kekuasaannya sebagai Kepala Negara Mesir. Namuan sang khalifah malah menghinanya. Meski kecewa, Syajarat Al Durr tetap bekerja tanpa restu khalifah. Dia bahkan menggelari dirinya sendiri dengan Malikah Al Muslimin. Sayangnya, penolakan khalifah atas pemerintahannya berefek buruk. Karena daerah-daerah lainpun menolak mengakui Syajarat Al Durr. Sehingga ratu ahli tempur ini terpaksa turun tahta.
Pemimpin Revolusi
Salah satu kepemimpinan perempuan yang dinilai cukup progresif mungkin yang terjadi pada Radhiyah. Ayahnya, Iltutmisy datang ke India sebagai budak seorang jenderal. Di tengah sistem kasta India, Iltutmisy berusaha keras menyebarkan semangat kesetaraan manusia di dalam Islam. Dalam waktu singkat ia mendapat banyak pengaruh, dan menikah dengan putri Sultan Quthb Al Din Aybak. Iltutmisy dianugerahi tiga putra dan satu putri. Mengejutkan, karena ternyata ia memilih putrinya, Radhiyyah sebagai penerusnya. Bagi Iltutmisy, kebajikan dan keadilan berjalan seiring, Karena itu sangat tidak relevan bila memandang sesuatu berdasar jenis kelamin. Iltutmisy bisa melihat  Radhiyyah memiliki bakat-bakat kepemimpinan luar biasa dibanding saudara-saudara lelakinya. Setelah Iltutmisy meninggal, Saudara lelakinya Rukn Al Din segera merebut kekuasaan. Ia bahkan membunuh saudara lelakinya yang lain untuk menakut-nakuti Radhiyyah. Namun, Radhiyyah bukannya takut, ia malah pergi ke jalan-jalan dan meminta seluruh rakyat Delhi untuk membelanya, karena ia telah dizalimi. Pada hari Jum’at, ketika banyak orang berkumpul untuk menunaikan shalat Jum’at, Radhiyyah menaiki balkon khatib dan berkata lantang:’saudaraku membunuh saudaranya dan kini ingin membunuhku!’. Perkataannya ini menimbulkan revolusi besar-besaran, hingga rakyat pun bangkit menggulingkan Rukn Al Din dari tahta. Dan mengangkat Radhiyyah menjadi pemimpin mereka.
Wah, ternyata gelar pemimpin revolusi tak mutlak berada di tangan lelaki saja ya. Ternyata, perempun juga bisa melakukannya. (berbagai sumber)

Iklan
  1. Tinggalkan komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: