Pasukan Cinta di Otakmu

Feromon nggak sendirian dalam melakukan tugasnya. Ada rekan-rekannya yang ikut membantu. Kita sebut saja feromon dan rekan-rekan ini sebagai pasukan cinta.


Setelah pesan feromon sampai ke hipotalamus (bagian tengah otak), muncul rangsangan untuk membentuk senyawa kimia lain. Yakni phenyletilamine (PEA), dopamine, nenopinephrine, senyawa endropin, dan oksitosin. Senyawa-senyawa ini punya fungsi sendiri-sendiri. PEA, dopamine, dan nenopinephrine akan memberikan respon tersipu-sipu atau malu ketika berpandangan dengan orang yang dicintai. Endropin menimbulkan perasaan aman, damai, dan tentram. Sedangkan oksitosin berperan dalam melahirkan kemesraan.
Namun produksi senyawa-senyawa ini tak berlangsung terus menerus. Kemampuan tubuh menghasilkan senyawa itu mulai berkurang setelah dua hingga empat tahun. Hal ini membuat rasa cinta menjadi luntur. Namun setiap pasangan bisa tetap rukun dan bahagia sampai tua, jika mereka terus berusaha untuk saling menyayangi dan setia. Sebab, usaha ini akan memicu otak untuk terus menghasilkan senyawa oksitosin. Senyawa ini akan menyumbat amigdala (sistem siaga rasa takut di otak) dan menguatkan ikatan antara orang-orang yang saling mencintai. Senyawa ini juga memicu munculnya sirkuit-sirkuit kepercayaan di otak.
(wikipedia/bukukita)

Iklan
  1. Tinggalkan komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: