Panjang Telomer, Panjang Usia

Telomer (sumber:humgenpeine)Hingga saat ini kita lebih banyak mendengar hal-hal negatif dari kasus-kasus kloning. Lihat saja hewan-hewan hasil kloning. Rata-rata mereka memiliki penyakit fatal seperti kebutaan, gagal fungsi organ tubuh, sakit paru-paru. Bahkan saking parahnya, si hewan sakit terpaksa disuntik mati (euthanasia). Tengok saja kasus Dolly. Domba kloning yang beken ini terpaksa dibunuh karena menderita sakit paru-paru akut yang susah disembuhkan.

Dolly juga menderita arthritis dan reumatik yang umumnya dialami makhluk berusia lanjut. Setelah diselidik, ternyata sel stem Dolly diambild ari domba yang sudah berusia 6 tahun. Itu artinya ketika lahir, sebenarnya Dolly sudah berumur enam tahun. Karena usia makhluk diukur berdasar usia sel tubuhnya. Jadi wajar saja, meski masih balita, Dolly sudah mengalami sakit domba lanjut usia.
Meski demikian, harapan terhadap kloning ini ada. Teknik ini diharapkan bisa menyelamatkan hidup lebih banyak manusia di masa yang akan datang. Organ-organ tubuh bisa ditranplantasi dengan teknik ini. Bagi yang gagal ginjal, bisa mengkloning ginjalnya untuk kebutuhan pencangkokan ginjal. Untuk yang sakit leukimia, bisa mengkloning tulang sumsum untuk mengobatinya. Selain itu juga ada harapan, untuk penyakit-penyakit yang sampai kini susah dicari obatnya seperti AIDS, bisa dicari penyembuhannya melalui teknik kloning. Efek positif inilah yang membuat organisasi Clonaid, sebuah sekte yang berharap dapat hidup lama, gencar mengampanyekan kloning. Menurut mereka, berkat kloning manusia bisa hidup setidaknya selama 150-180 tahun. Sebab, menurut penelitian, diketahui, telomer (usia hidup sel yang berarti juga usia hidup makhluk) berkemungkinan bisa diperpanjang. Eksperimen yang dilakukan Advanced Cell Technology pada sapi menunjukkan, telomer sapi kloning mereka lebih panjang 3,5 hingga 5 kali dari sapi normal. Itu artinya peningkatan umur sel mencapai 50%. Bila sapi normal usia hidupnya sekitar 20 tahun, usia sapi eksperimen ini (berdasarkan panjang telomernya) diperkirakan 28 tahun. Diperkirakan, hal seperti ini pun bisa diberlakukan terhadap kloning manusia. Wah, kalau begitu mungkin saja legenda Highlander, si manusia abadi dari Skotlandia suatu saat jadi kenyataan ya. (berbagai sumber).

Iklan
  1. #1 by citra on 21 Februari 2009 - 03:02

    gmbar pa’an sich 2h?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: