Matsnawi, Cinta Dalam Larik Puisi

Matsnawi merupakan karya agung Jalaluddin Rumi yang ditulis pada abad 13.  Berisi sajak-sajak yang membimbing manusia ke puncak pencerahan rohani. Dalam Matsnawi, Rumi mengajarkan manusia untuk melihat hikmah, mendekati Tuhan dan mengabaikan kesia-siaan dunia. Karya besar Rumi ini telah diterjemahkan dalam bahasa Indonesia oleh Abdul Hadi WM, penerbit Bentang Pustaka. Berikut salah satu kutipannya.

Dengar lagu seruling bambu menyampaikan kisah pilu perpisahan. Tuturnya,
“Sejak aku berpisah dengan asal usulku, pokok bambu yang rimbun, ratapku
membuat lelaki dan wanita mengaduh.
Kuingin sebuah dada koyak sebab terpisah jauh dari orang yang dicintai. Dengan
demikian, dapat kupaparkan kepiluan berahi cinta.
Setiap orang yang hidup jauh dari kampung halamannya akan merindukan saat-
saat tatkala dia masih berkumpul dengan sanak keluarganya.
Nada-nada senduku senantiasa kunyanyikan dalam setiap majelis pertemuan,
aku duduk bersama mereka yang riang dan sedih.
Rahasia laguku tidak jauh dari asal usulku ratapku. Namun apakah ada telinga
yang mendengar dan mata yang melihat?
Tubuh tak terdinding dari roh, pun roh tak terdinding dengan tubuh. Namun, tak
seorang diperbolehkan melihat roh.
Bunyi seruling yang riuh ialah kobaran api, bukan desir angin yang berembus: mereka yang tak mempunyai api akan sia-sia hidupnya.
Inilah api cinta yang tersembunyi dalam seruling bambu, inilah bara semangat cinta yang dikandung anggur…..
(Matsnawi 1)

Iklan
  1. #1 by heui on 29 Desember 2009 - 13:01

    pintu air yg ga prnh terbuka…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: