Kartu Lebaran, Si Perekat Emosi

lebaran_kl21.jpgPernah nerima kartu lebaran? Hmmm, rasanya senang banget lho mendapatkannya, apalagi kalo datang dari orang yang dekat di hati. Namun, sayang, kemajuan teknologi membuat kartu lebaran makin tersingkir. Digantikan oleh sms, mms juga e-card yang bisa didapatkan secara gratis di internet.

Meski demikian, ada hal penting dari kartu lebaran yang susah didapat dari ketiga fasilitas tersebut. Yakni ikatan emosional yang timbul. Apalagi kalau kartu dibuat sendiri dan ucapan selamatnya ditulis tangan. Si penerima akan merasa sangat dihargai. Nah, insting kali ini akan mengajakmu menelusuri riwayat si kartu lebaran.
Kebiasaan mengirim kartu konon berasal dari masa Cina Kuno. Setiap perayaan tahun baru Cina, biasanya para penduduk  saling menukarkan kartu yang ditulis pesan singkat. Kebiasaan memberi kartu ini juga ada di masa Mesir Kuno. Kartu tersebut berbentuk gulungan papirus. Pada awal tahun 1400-an, tradisi membuat kartu ucapan selamat mulai muncul di Eropa. Umumnya kartu ucapan yang dibuat pada masa itu untuk acara tahun baru. Kartu-kartu ini biasanya berharga mahal.
Sekitar tahun 1850-an, kartu ucapan selamat mulai mengalami perubahan. Mulai ada variasi jenis, murah dan diperuntukkan bagi komunikasi personal. Bermunculan pula perusahan-perusahaan pembuat kartu ucapan selamat. Diantaranya Marcus Ward & Co. Ilustrator yang terkenal pada masa itu adalah Kate Greenaway and Walter Crane.
Diperkirakan, di masa-masa inilah, kaum muslim mulai membuat kartu lebaran dan memperjualbelikannya secara massal.
Kreativitas bikin kartu-kartu lebaran tampil unik dan menarik. Saat ini, kartu lebaran bukan Cuma terbuat dari kertas aja, tapi plastik, kerang, serbuk gergaji, bahkan pasir laut. Karena itu, harga sebuah kartu lebaran bisa sangat mahal.
Sebelum maraknya SMS, MMS dan e-card, kartu lebaran mengalami masa-masa jayanya. Tercatat lebih dari tiga puluh juta kartu dikirim menjelang lebaran. Pendapatan PT. Pos Indonesia dari kartu-kartu ini pun mencapai angka 40 miliar. Umumnya, kartu-kartu lebaran ini, selain dikirim antar personal, juga dikirim korporasi pada mitra-mitra kerjanya. Umumnya kartu lebaran korporasi dicetak khusus. Setiap korporasi, rata-rata mengirimkan antara 50-5000 kartu lebaran.

Emosi Kuat
Karena kartu lebaran memiliki kesan emosi yang kuat, nggak ada salahnya kalo kamu mulai berpikir mengirim kartu lebaran buat orang-orang yang dekat denganmu. Nggak afdhol banget ngirim SMS lebaran sama kakek nenek atau om dan tante, apalagi kedua orangtua. Emang sih, SMS ato MMS murah biayanya en cepet. Tapi, ikatan emosi antar manusia rada susah terbangun via teknologi ini. Jangan sampai deh teknologi malah bikin hubungan kita sebatas rangkaian huruf-huruf di layar ponsel.  Kalo kamu ogah beli kartu di toko, buat aja sendiri. Bahannya gampang dicari. Cuma perlu karton warna-warni plus lem aja. Di kartu itu bisa kamu tuliskan kesan-kesan terdalammu mengenai orang yang akan kamu kirimi kartu, plus permintaan maaf. Dijamin deh, kartu kayak gini bikin terharu. Bener-bener nggak bisa digantikan SMS. (kompas/wikipedia)

Iklan
  1. #1 by zhy cutes on 9 September 2009 - 06:01

    gg

  2. #2 by basri on 6 September 2010 - 14:20

    gua suka

  3. #3 by rosita on 19 September 2010 - 04:53

    bagus skali kok!!!!!!!!!!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: