Beternak di Laboratorium

Ada berita penting dari Jepang akhir Agustus 2007 lalu. Ilmuwan Jepang berhasil mengkloning babi hingga generasi keempat. Pemberitahuan yang disampaikan ahli biologi Hiroshima Nagashima di Universitas Meiji tersebut mengagetkan, bukan hanya karena kloning tersebut berhasil dilakukan turun temurun. Namun juga karena babi memiliki karakteristik yang dekat dengan manusia. Keberhasilan ini menimbulkan pertanyaan baru, benarkah masa mengkloning manusia kian dekat?
Embrio penelitian tentang perkembangbiakan makhluk tanpa proses seksual telah dimulai tahun 1902. Pelaku penelitiannya adalah Hans Spemann, embriolog Jerman yang sukses membagi dua sebuah embrio Salamander. Ia juga menemukan sel-sel embrio awal menyimpan seluruh informasi genetik yang diperlukan untuk menciptakan sebuah organisme baru. Tak hanya itu, Spemann juga menemukan hal spektakuler lainnya, yakni dengan sebuah percobaan tertentu ia berhasil mentransfer satu inti sel ke dalam sel telur tanpa inti. Kelak, percobaan transfer ini menjadi metode dasar dalam kloning.
Perkembangan genetika makin maju seiring keberhasilan Thomas Hunt Morgan, ahli genetika Amerika Serikat, membuat pemetaan gen. Ia sukses menganalisa posisi relatif lebih dari 2000 gen pada keempat kromosom lalat buah. Penemuannya ini tak hanya mengantarkannya pada Hadiah Nobel tahun 1933, tapi juga membawa bidang rekayasa genetika mencapai titik balik.
Puncaknya pada November 1951, Robert Briggs berhasil mencangkok inti sel embrio katak pada sel telur katak lain yang tidak subur. Semenjak itu, kemungkinan untuk mengklon (mengembangbiakkaan makhluk tanpa proses seksual) terbuka lebar.
Dolly
Klaim keberhasilan kloning mulai muncul tahun 1962. John Gurdon, ahli biologi Oxford University mengaku berhasil mengklon katak dari sel-sel katak dewasa. Lalu tahun 1979, Karl Illmensen, ahli biologi Jerman mengklaim telah mengklon tiga ekor tikus. Inggris tak ketinggalan. Lewat sebuah percobaan dengan metode nuclear transfer, Steen Willadsen berhasil mengklon sapi. Ini merupakan prestasi besar, karena untuk pertamakalinya mamalia ternak berhasil diklon. Namun, dari semua hewan hasil klon, yang paling terkenal adalah domba Dolly. Domba hasil klon Ian Wilmut dan Keith Campbell dari Roslin Institute Skotlandia. Dolly merupakan hasil kloning sel-sel domba dewasa.
Kejutan demi kejutan mewarnai dunia biologi. Awal milennium ketiga, para peneliti di New Orleans, Amerika Serikat, mengumumkan, kucing hasil kloning mereka berhasil melahirkan tiga anak yang sehat. Hal ini membuktikan, hewan hasil kloning juga bisa mempunyai keturunan melalui proses normal (seksual).

Kloning Manusia
Pencapaian ini seolah tak menemukan batasnya. Para ilmuwan semakin ‘gila’ melakukan berbagai eksperimen kloning. 17 Desember 1998, Profesor Lee Bo-yeon dari RS Universitas Kyonghee, Korea Selatan mengumumkan telah berhasil mengkloning sel manusia. Hal ini menimbulkan banyak tentangan dari berbagai lapisan masyarakat, terutama institusi keagamaan. Namun dunia embriologi seperti bergeming. Eksperimen terus berlanjut. Geron Corporation dari Inggris berhasil memperoleh hak paten pertama teknik kloning embrio manusia. Lalu peneliti Care IVF, Nottingham, Inggris mengklaim berhasil menumbuhkan embrio manusia dalam rahim tikus (ngeri banget!), namun embrio ini dimusnahkan ketika berusia 32 hari.
Puncaknya, pada 26 Desember 2002, bayi kloning pertama, Eve, lahir. Berat badannya 3.500 gram. Eve merupakan ‘proyek’ Clonaid, sebuah organisasi yang bercita-cita untuk hidup abadi, dan menganggap kloning sebagai salah satu caranya. Bayi yang lahir secara sesar ini, hingga sekarang tak diketahui bagaimana nasibnya.
Agaknya, pencapaian-pencapaian ini akan terus berlanjut. Namun, bila inovasi ini terus dilakukan tanpa rambu-rambu, dikhawatirkan akan membawa banyak mudharat di masa depan.
(truththree/kompas/nakita)

Iklan
  1. Tinggalkan komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: