Ayo Dukung Protokol Montreal

Berdasarkan Protokol Montreal yang disusun untuk mengendalikan produksi dan konsumsi bahan perusak ozon, sejumlah zat kimia akan dilarang penggunaannya di Indonesia secara bertahap.

Menurut jadwal penghapusan bahan perusak ozon (BPO) yang disusun oleh kementerian lingkungan hidup Republik Indonesia, bahan-bahan kimia yang akan diberhentikan penggunaannya secara bertahap adalah: CFC (2007), Halon (1998), CTC (2007), TCA (2007), Methyl Bromida (2015), dan Hidrochlorofluorocarbon (2040).  Chlorofluorocarbons (CFC) merupakan zat kimia yang paling banyak beredar dan digunakan oleh masyarakat dan jumlahnyapun cukup besar.
Banyak produk yang menggunakan  chlorofluorocarbons ini. Produk itu antara lain: lemari es, pendingin udara, pada proses pembuatan busa lembut, sebagai cairan pembersih. Sedangkan zat lainnya seperti halon banyak digunakan dalam  industri alat pemadam kebakaran, dan Metil Bromida yang dipakai untuk bahan pestisida. Pemakaian bahan- bahan ini meningkat dengan cepat sejak tahun 1970-an yang menyebabkan kandungannya di atmosfer juga meningkat.
Sebagai tanggapan terhadap hasil penemuan ilmiah mengenai bahan perusak ozon, pada tahun 1981 United Nations Environment Programme (UNEP) memulai negosiasi di antara negara-negara didunia dalam pengembangan langkah-langkah internasional untuk melindungi lapisan ozon. Langkah negosiasi tersebut mencapai puncaknya dengan tersusunnya Konvensi Wina tentang Perlindungan Lapisan Ozon yang disahkan pada bulan Maret 1985. Konvensi ini mendorong terbentuknya Protokol Montreal tentang Bahan-bahan Perusak Ozon, yang ditandatangani pada bulan September 1987. Protokol Montreal
kemudian telah mengalami penyempurnaan melalui penetapan amandemennya dalam pertemuan di London(1990), Copenhagen (1992), Montreal (1997), dan Beijing (1999). Indonesia juga turut mengakui protokol ini melalui Peraturan Presiden nomor 46 tahun 2005.
Pada 16 September kemarin, diadakan upacara peringatan 20 tahun Protokol Montreal. Perserikatan Bangsa-bangsa menyatakan para delegasi dari lebih 200 negara setuju mempercepat usaha pencegahan penipisan ozon. Negara maju diminta untuk berhenti menggunakan bahan anti-ozon yang ditemukan di banyak lemasi es, alat pemadam dan hairspray sampai 2030, dan negara berkembang akan mengikutinya sampai 2040.
(Source: emil)

Iklan
  1. Tinggalkan komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: