800 Tahun Rumi, Dan Dunia Pun Jatuh Cinta

Tak hanya umat Islam saja, umat non muslim pun jatuh cinta dengan Rumi. Ia tak sekadar penyair. Ia juga pemikir dan teolog. Karya-karyanya berisi ajaran kasih sayang kepada sesama makhluk Tuhan. Syair-syairnya berisi pesan-pesan kemanusiaan yang mengedepankan prinsip toleransi, pengertian serta empati.

Karena itulah UNESCO, badan PBB yang bertugas memelihara warisan dunia menetapkan tahun 2007 sebagai Tahun Jalaluddin Rumi. Menurut UNESCO, ajaran-ajaran Rumi dinilai telah mempengaruhi pola pikir banyak penduduk bumi.
Jauh sebelum itu, demam Rumi telah menjalar ke seluruh dunia. Di Amerika misalnya, beberapa tahun belakangan ini ramai diadakan pembacaan puisi dan diskusi-diskusi tentang puisi-puisi Rumi. Tak hanya itu, diproduksi pula mug, dan baju kaos bergambar Rumi yang laris manis. Rumi lewat puisinya dianggap sebagai salah satu perigi, tempat orang-orang Amerika melepas dahaga spiritualitas.
Kembali ke perayaan 800 tahun Rumi. Sekjen PBB Ban Ki Moon, dalam pidatonya pada perayaan Tahun Rumi di PBB mengungkapkan kekagumannya yang dalam pada penyair besar ini. Menurut Ban Ki Moon, peringatan 800 tahun Rumi merupakan kesempatan luar biasa untuk meneguhkan pengabdian pada filsafat kemanusiaan yang digagas Rumi.
Selain di PBB, peringatan 800 tahun Rumi juga digelar UNESCO 6 September 2007 lalu. Di Australia, diadakan Konser Rumi yang berisi pembacaan puisi, pertunjukan musik, tarian gasing darwis dan humor-humor dalam puisi Rumi. Amerika Serikat pun tak ketinggalan, Universitas Michigan juga akan diadakan acara mengenang Rumi pada 3 November mendatang.
Di tiga negara yang mengklaim sebagai ‘pemilik’ Rumi; Turki, Iran dan Afghanistan acara berlangsung lebih meriah. Tak lama setelah UNESCO mengumumkan tahun ini sebagai Tahun Rumi, Euforia perayaan 800 tahun Rumi langsung terasa. Berbagai kampus dan lembaga merancang berbagai acara. Seperti pembacaan puisi dan seminar.
Bagaimana dengan Indonesia? Tak mau kalah dengan negara-negara lain, 30 Agustus 2007 lalu Gedung Kesenian Jakarta menggelar peringatan 800 tahun Rumi. Dalam acara tersebut ditampilkan puisi-puisi Rumi dan tari gasing para Darwish (The Whirling Dervishes). Turut hadir dalam penampilan itu, penyair kenamaan Indonesia Taufiq Ismail dan Abdul Hadi WM. (ruang baca/liputan6/einews/cyber-msu)

Iklan
  1. #1 by anambama on 20 Agustus 2008 - 13:32

    cinta merupakan anugerah terindah yang dicurahkan Tuhan bagi manusia. manusia sebagai buah ciptaanNya dilahirkan untuk mencinta. cinta itu mempersatukan… maka marilah kita saling mencintai satu diantara yang lain tanpa pandang apa pun, karena cinta itu mempersatukan, bukan memecah belah persaudaraan. semoga.

  2. #2 by anambama on 20 Agustus 2008 - 13:42

    Andaikata Rumi hidup pada zaman ini, ia akan menangis melihat dunia yang hidup dalam persaingan dan permusuhan ini. Andaikata Rumi berjalan-jalan bersamaku pada masa ini, ingin kurengkuh semua cinta yang ada dalam dirinya secara utuh bagi hidupku. Namun, walaupun kini Rumi tidak hidup lagi pada zaman ini, kobaran cinta yang membakar jiwa tetap mekar dalam hati setiap insan yang rindu mencinta… Salamku bagimu pengagumku. Sampaikan salamku kepada semua penggemarmu, semoga kami saling berbagi cinta yang telah kau bagikan bagi kami. Selamat berpesta 800 tahun bagimu sahabatku, ayahku.. pengagumku. dikau cinta…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: