Tak Direstui UNESCO (7 keajaiban dunia baru bag. 2)

Meski kontes mencari tujuh keajaiban dunia ini diketuai mantan Dirjen UNESCO, Federico Mayor, tapi UNESCO sendiri mengecam acara ini. Menurut  Sue Williams juru bicara UNESCO, acara yang digelar NOWC tersebut memiliki misi berbeda. UNESCO lebih berfokus pada pelestarian cagar budaya. Organisasi ini memiliki pandangan yang jauh lebih luas terhadap sebuah situs bersejarah.
Christian Manhart, pejabat pers UNESCO juga melontarkan kritiknya.  Menurutnya, negara-negara yang situs bersejarahnya tersingkir dari daftar bisa menerima pesan negatif.
“Semua keajaiban-keajaiban ini pantas ditempatkan dalam daftar keajaiban dunia, namun yang mengganggu adalah daftar itu dibatasi hanya berisi 7,” katanya. Masih menurut Manhart, daftar tujuh keajaiban dunia yang baru itu tidak bisa memberikan kontribusi yang cukup signifikan dalam pemeliharaan tempat-tempat yang telah terpilih.

Mengundang Kritik
Banyak pihak yang menilai pemilihan tujuh keajaiban dunia itu sebagai s-esuatu yang aneh. Dinilai dari begitu longgarnya kriteria pemilihan. Sebagai contoh, patung Kristus Sang Penebus yang baru berusia 76 tahun dan dibangun dengan teknologi modern disejajarkan dengan Colosseum Roma dari tahun 80 M atau Chichen Itza yang dibangun seribu tahun lampau. Inilah salah satu sebab mengapa Mesir marah besar terhadap kontes ini. Mereka tidak sudi piramida Giza yang dibangun sebelum masehi disandingkan dengan bangunan-bangunan yang masih baru. Kritik keras juga datang dari Vatikan. Vatikan menuding penyelenggara kontes dengan sengaja mengabaikan monumen Kristen yang sangat bersejarah, Sistine Chapel yang dibangun pada abad pertengahan. Uskup Agung Mauro Piacenza bahkan menyatakan tidak diikutsertakannya Sistine Chapel sebagai sesuatu yang mencurigakan.
Penentuan bangunan yang layak masuk daftar pun mengundang kritik pedas karena hanya berdasar pada popularitas semata. Selain itu layanan voting yang hanya berada di negara-negara tertentu juga mencurigakan. Negara-negara tersebut adalah Australia, China, Prancis, Jerman, Yunani, Italia, Yordania, Rusia, Spanyol, Inggris Raya, Amerika Serikat, India, Meksiko, Chile, Peru dan Brazil. Sebagai akibatnya, tujuh keajaiban dunia hanya berasal dari negara-negara yang menyediakan layanan voting. Ini dinilai sangat timpang dan sungguh tidak adil. Sebab bangunan-bangunan paling bersejarah di dunia tak hanya ada di 16 negara itu.n

Iklan

  1. Tinggalkan komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: