Perpustakaan Alexandria Baru. Cinta Lama Bersemi Kembali

Pembangunan kembali Perpustakaan Alexandria yang runtuh ibarat011_egypt_alexandria_library21.jpg ‘cinta lama bersemi kembali.’ Banyak pihak yang bersuka cita menyambut rencana pemerintah Mesir membangun kembali kejayaan perpustakaan megah itu. Bahkan Suzanne Mubarak, istri Presiden Husni Mubarak sampai melakukan presentasi di Museum British London untuk meminta bantuan.

Usahanya itu mendapat sambutan hangat. Banyak pihak mengulurkan bantuannya. Donatur datang dari Arab Saudi yang menyumbang 65 juta dolar hingga Norwegia 3,44 juta dolar (dalam bentuk mebel).
Perpustakaan berbiaya 230 juta dolar Amerika itu berbentuk unik. Bangunannya menyerupai silinder, dengan banyak jendela. Dinding bagian Selatan dihias potongan batu granit. Permukaan bebatuan yang tidak rata, ditulisi simbol huruf seluruh dunia. karena letaknya di tepi laut Mediterania, bila malam tiba, kesan dramatis muncul dari permukaan air yang memantulkan cahaya lampu jalan yang berwarna keemasan. Konon, bangunan yang dirancang oleh kantor arsitek Snohetta, Norwegia ini mendekati bentuk aslinya.
Ruang utama perpustakaan sangat luas. Berbentuk setengah lingkaran dengan diameter 160 m, mampu menampung hingga 2.500 orang (aslinya, Perpustakaan Alexandria lama bisa menampung hingga 5.000 orang).Gedung ini memiliki tujuh lantai, 37 m di atas tanah dan 15,8 m di bawah tanah. Rak-rak buku berjajar dalam ruangan besar, seukuran empat kali lapangan bola. Disebutkan, perpustakaan ini mampu menampung 8 juta buku.
Perpustakaan Alexandria memiliki banyak koleksi berharga. Di antaranya 5.000 koleksi penting berupa manuskrip klasik tentang aneka pengetahuan dari abad 10 M-18 M. Juga ada catatan penting Napoleon berjudul Description de’lEgypte, yang menceritakan peristiwa Prancis menyerbu kota Alexandria.
Gedung ini diresmikan Presiden Mesir Husni Mubarak tahun 2002. Direktur Perpustakaan Alexandria Ismail Serageldin, pada peresmian perpustakaan bertekad akan mengembangkan perpustakaan ini sebagai pusat belajar untuk sains dan teknologi, ilmu humaniora, seni dan kebudayaan serta pembangunan.(Museum Arsitektur Norwegia/korantempo)

Iklan
  1. #1 by pelajar UNDOVA INDONESIA on 21 November 2011 - 12:15

    tunjukkan bahwa spa yg menjadi pusat ilmu pengetahuan di dunia…
    jgn biarkan semua teori-teori ilmu pengetahuan di dompleng oleh dunia barat!!!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: