Awan satu ini memang unik. Bentuknya seperti donat, permukaannya lembut seperti es krim. Slluurrp…serasa ingin menyeruputnya saja. Namanya awan lenticular atawa altocumulus standing lenticularis.
Awan lenticular mudah dikenali karena memiliki ciri khas. Bentuknya seperti lingkaran, cembung dan terkadang mirip donat karena memiliki lubang (meskipun lubangnya tak menembus hingga ke belakang). Awan ini terbentuk di sekitar pegunungan, dimana udaranya cenderung lembab. Udara lembab terbawa ke atas lalu mengembun dan jadilah awan unik ini.
Awan Lenticular merupakan salah satu objek yang menarik perhatian para pecinta langit. Salah satunya Peter Michaud, salah seorang petugas informasi publik di Observatorium Gemini di Hawaii. Ia pernah mengabadikan awan lenticular yang terbentuk indah di atas Gunung Mouna Kea berketinggian 4.260 meter.
Awan Lenticular terbaru (25/1/2012) diabadikan oleh Muhammad Subhan, seorang novelis. Ia memotret awan lenticular yang terbentuk di atas puncak Gunung Marapi, Bukittinggi, Sumatra Barat
Awan lenticular dalam slide show berikut mungkin salah satu yang paling eksotis. Bila dilihat dari warna awan, mungkin awan ini terbentuk menjelang senja. Sisa-sisa cahaya matahari masih menyinari awan
Bagi yang ingin tau lebih banyak bisa diklik situs The Cloud Appreciation, sebuah situs yang khusus membahas awan dan situs Weathervortex



